Label

Selasa, 04 Juli 2017

Kunjungan ke Konya Turki Dalam Cinta Rumi

Kunjungan ke Konya (Turki) Dalam Cinta Rumi
Kunjungan ke Konya (Turki) dalam Cinta Rumi - Impian saya yang lama terjadi saat saya mengunjungi Konya (Turki) pada minggu pertama bulan April 2017, untuk memberi hormat kepada santo sufi agung abad ke-13, seorang darwis, filsuf, pemimpin spiritual dan seorang pengkhotbah cinta Ilahi, Maulana Jalaluddin Rumi. Rumi bukan milik agama atau sekte tertentu. Kata-kata bijak dan pesannya tentang cinta adalah untuk semua umat manusia, terlepas dari keyakinan agama mereka.

Kota kuno Konya adalah kota kedua yang paling banyak dikunjungi di Turki setelah Istanbul. Terlepas dari signifikansi bersejarahnya, Konya telah menjadi kota ziarah tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bagi orang-orang dari agama lain yang mencari bimbingan spiritual dari puisi Rumi dan memperlakukan Rumi sebagai pemimpin spiritual mereka. Rumi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Konya dan dikuburkan di sana. Pada tahun 1927, vihara tersebut diubah menjadi museum bernama Mevlana Meuseze atau Museum Maulana. Maulana adalah gelar agama untuk dihormati. Di sebelah barat Maulana dikenal sebagai Rumi dan museum dinamai menurut namanya sebagai Museum Rumi.

Mevlana Jalaluddin Rumi lahir di Balkh (sekarang Afghanistan) pada tahun 1207 dan datang ke Konya bersama orang tuanya saat usianya baru 12 tahun. Rumi menjadi sarjana agama yang agung pada masanya dan mulai mengajar Alquran dan Syariah Islam kepada murid-muridnya. Setelah bertemu dengan Shams Tabriz pada usia 37 sepanjang hidupnya berubah. Dia menjadi seorang darwis yang berputar dan mengikuti jejak Murid Murshed-nya.

Shams Tabriz memenuhi hati Rumi dengan pencerahan spiritual Ilahi dan mengajarkan kepadanya pengetahuan yang tidak dapat dia pelajari dari buku-buku tersebut. Setelah itu Rumi mulai menulis puisi. Dia menulis 70.000 ayat dalam kurun waktu 25 tahun. Puisi Rumi, yang ditulis dalam bahasa Persia, telah diterjemahkan ke dalam semua bahasa terkemuka di dunia, dan karenanya Rumi telah menjadi penyair dunia yang paling dikenal, paling dihormati dan paling banyak dibaca.

Museum Rumi dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 4.30 sore dan tiket masuk gratis. Sebelum memasuki kuil Rumi, setiap orang diharuskan mengenakan penutup plastik tipis pada sepatu sebagai penghormatan terhadap tempat suci. Di ruang utama ada banyak makam keluarga dan pengikut Rumi. Makam Rumi ditutupi dengan kain tebal tebal yang disulam emas dengan serban hijau besar diletakkan di atasnya. Selain makamnya ada makam ayah Rumi, Maulana Bahauddin Valed.

Di kamar sebelah, yang diletakkan di dalam kotak kaca adalah buku-buku yang ditulis tangan dari puisi Rumi yang ditulis dalam bahasa Persia, tulisan tangan suci Alquran dalam berbagai periode, pakaian milik Rumi dan anaknya Sultan Veled, topi milik Rumi dan Murshed Shams Tebriz , Dll. Selanjutnya adalah ruang sholat untuk pria dan wanita. Kuil utama dibangun oleh kaisar Seljuk sementara ruangan di depan kuil utama ditambahkan pada zaman Sultan Ottoman dan menjadi bagian dari Museum Rumi.

Rumi meninggalkan dunia ini pada tanggal 17 Desember 1273. Hari ini dikenang setiap tahun saat dia meninggalkan dunia ini dan "menikah dengan Tuhan". Setiap tahun, pada tanggal 17 Desember, peziarah dari seluruh dunia datang ke Konya untuk memberikan penghormatan kepada penyair agung dan sufi agung abad ke-13. Mereka berpartisipasi dalam upacara keagamaan dan menyaksikan para darwis berputar yang tampil di depan para peziarah.

Demikianlah ulasan mengenai Kunjungan ke Konya (Turki) dalam Cinta Rumi, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar